
Kumpulan Puisi
Sabtu, 29 April 2034
Selasa, 22 Maret 2016
Kemana Alamku?
Bismillahirahmanirahim... saya kali ini akan memposting puisi karya saya yang kedua
Kemana Alamku
- Rahmat Avrilieanto -
Ucap kakek ku...
dahulu di negeri ku ini
sangat sejuk nan asri
Kiri kanan yang ia pandang
pohon, sungai, tumbuhan
dan sawah
hidup rukun berdampingan
Ucap kakek ku...
dahulu di negeri ku ini
sangat sejuk nan asri
Kiri kanan yang ia pandang
pohon, sungai, tumbuhan
dan sawah
hidup rukun berdampingan
Pohon sangat lebat
sungai sangat bersih
tak ternodai oleh sampah dan limbah
udarapun sedap untuk dihirup
Tapi kini...
pohon dan hutan jadi gundul
sungai yang bersih jadi kotor
sawah seluas mungkin
disulap menjadi kota metropolitan
Mobil motor semuanya
memenuhi jalanan
udara sekarang menjadi berpolusi
udarapun menjadi abu - abu warnanya
Akibat dari semua ini
kami yang MENDERITA
kami yang MERASAKAN
semua bencana ini
Setiap musim penghujan tiba
apa yang terjadi ?
Banjir lah..
Longsor lah..
itulah yang kami derita
akibat semua ulahmu
Bukankah bumi itu
rumahmu dan juga rumahku
tapi kenapa? kau dengan sengaja
merusak semua fasilitas
yang ada di bumi, rumahmu sendiri
Laut dengan sengaja kau bom
padahal itu akan sangat merusak
populasi terumbu karang dan ikan pada mati
Hutan dengan sengaja kau bakar
namun bagaimana dengan nasib
para hewan yang tinggal dihutan
bagaimana juga dengan nasib
kesehatan manusia yang akan terganggu
Bukan hanya Indonesia saja
yang terkena efek tercemar udara
bahkan bisa juga sampai ke negeri tetangga
semoga ulahmu ini
akan mendapatkan balasan yang setimpal
diakhirat nanti...
sungai sangat bersih
tak ternodai oleh sampah dan limbah
udarapun sedap untuk dihirup
Tapi kini...
pohon dan hutan jadi gundul
sungai yang bersih jadi kotor
sawah seluas mungkin
disulap menjadi kota metropolitan
Mobil motor semuanya
memenuhi jalanan
udara sekarang menjadi berpolusi
udarapun menjadi abu - abu warnanya
Akibat dari semua ini
kami yang MENDERITA
kami yang MERASAKAN
semua bencana ini
Setiap musim penghujan tiba
apa yang terjadi ?
Banjir lah..
Longsor lah..
itulah yang kami derita
akibat semua ulahmu
Bukankah bumi itu
rumahmu dan juga rumahku
tapi kenapa? kau dengan sengaja
merusak semua fasilitas
yang ada di bumi, rumahmu sendiri
Laut dengan sengaja kau bom
padahal itu akan sangat merusak
populasi terumbu karang dan ikan pada mati
Hutan dengan sengaja kau bakar
namun bagaimana dengan nasib
para hewan yang tinggal dihutan
bagaimana juga dengan nasib
kesehatan manusia yang akan terganggu
Bukan hanya Indonesia saja
yang terkena efek tercemar udara
bahkan bisa juga sampai ke negeri tetangga
semoga ulahmu ini
akan mendapatkan balasan yang setimpal
diakhirat nanti...
Kamis, 03 Maret 2016
Kematian Terindah untukmu, Saudaraku
KEMATIAN TERINDAH UNTUKMU, SAUDARAKU
- EL JALALUDDIN RUMI -Saudaraku,
ingatlah mati
Sesungguhnya wafat ialah janji nan ditepati
Tapi mengapa kau tidak pernah peduli
Engkau lebih memilih global nan hina iniDalam doa kau meminta Khusnul Khotimah
Tapi pandanganmu akan global tidak terarah
Kau masih mencari global nan belum terjamah
Sehingga lupa keinginanmu meraih JannahSetiap nafsu nan kau hembuskan dalam hidupmu
Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu
Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat istrimu
Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmuGelap matamu akan nasib di akhirat nanti
Ketika ditanya apa nan kau kerjakan selama ini
Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri
Sesungguhnya wafat ialah janji nan ditepati
Tapi mengapa kau tidak pernah peduli
Engkau lebih memilih global nan hina iniDalam doa kau meminta Khusnul Khotimah
Tapi pandanganmu akan global tidak terarah
Kau masih mencari global nan belum terjamah
Sehingga lupa keinginanmu meraih JannahSetiap nafsu nan kau hembuskan dalam hidupmu
Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu
Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat istrimu
Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmuGelap matamu akan nasib di akhirat nanti
Ketika ditanya apa nan kau kerjakan selama ini
Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri
Kau pun tak akan ditanya sendiri-sendiri
Kau pun tak akan bisa melarikan diri
Dari panas dan teriknya matahari
Dari dosa-dosa nan kau lakukan setiap hari
Semoga medan jihad mengantarkan kematianku
Atau saat Sujud saya menghadap Rabbku
Atau saat hari Jumat sebagai hari terakhirku
Atau saat amalan terbaikku
Malaikat maut melepas jasadku
Amin...
***
Aku Mati
Aku wafat sebagai mineral
Dan menjelma sebagai tumbuhan
Aku wafat sebagai tumbuhan
Dan lahir kembali sebagai binatang
Aku wafat sebagai binatang dan kini manusia
Kenapa saya harus takut?
Maut tak pernah mengurangi sesuatu dari diriku
Sekali lagi,
Aku masih harus wafat sebagai manusia
Dan lahir di alam para malaikat
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat
Aku masih harus wafat lagi
Karena kecuali Tuhan
Tidak ada sesuatu nan kekal abadi
Rindu Untuk Ayah
RINDU UNTUK AYAH
- RAYHANDI -
Malam ini tanpa bintang dilangit
Malam ini tanpa bintang dilangit
Hanya hitam yang bertasbih disana
Sama seperti hatiku yang sedang hitam
Gersang tanpa hangat pelukan ayah.
Angin masih datang dengan cara sama
Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati
Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna
Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah.
Ayah aku sangat merinduimu
Merindukanmu dengan cara diam bisu kata
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit.
Doa kukirim untuk rasa rindu ini
Kujadikan ia penawar segala rasa asa
Kugenggam ia hingga putih
Ayah masihkah kau disana?
Ayah malam ini kukirim sepucuk rindu
Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati
Kutitip ia pada angin malam yang beku
Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu.
Rabu, 02 Maret 2016
Surga Atau Neraka
SURGA ATAU NERAKA
- DEWI MARYUNINGSIH -
Kegagalan menjadi bayanganku
Mendung gelap setia menjadi payungku
Dan air mata selalu menjadi penghiasku………
Aku ingin sinar rembulan
Aku ingin angin sepoi
Aku ingin hujan rintik rintik
Dan …..aku ingin kemenangan
Aku ingin angin sepoi
Aku ingin hujan rintik rintik
Dan …..aku ingin kemenangan
Ayo…..
Siapa mau
Siapa ikut
Siapa sanggup……
Siapa mau
Siapa ikut
Siapa sanggup……
Menemani aku yang papa
Memeluk aku yang hina
Dan mengajak aku yang nestapa
Memeluk aku yang hina
Dan mengajak aku yang nestapa
Kalo tidak……
Semua jadi tak berguna
Tiada akan hidup
Tiada pernah akan mati
Semua jadi tak berguna
Tiada akan hidup
Tiada pernah akan mati
Hanya menanti
Sekedar uluran tangan
Atau sujumput doa
Yang kan mengantar…
Ke surga….. atau neraka
Sekedar uluran tangan
Atau sujumput doa
Yang kan mengantar…
Ke surga….. atau neraka
Aku
AKU
- CHAIRIL ANWAR -
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Terima Kasih Pahlawanku
TERIMA KASIH PAHLAWANKU
- EDI PRIYATNA -
Terima kasih pahlawanku
pada hari ini kami bersukacita
bersyukur dan berdoa
sebab negeriku telah merdeka
kemerdekaan yang sangat mahal harganya
semuanya itu tak dapat diulang kembali
pada hari ini kami bersukacita
bersyukur dan berdoa
sebab negeriku telah merdeka
kemerdekaan yang sangat mahal harganya
semuanya itu tak dapat diulang kembali
Terima kasih pahlawanku
kami teringat kembali cerita sejarah
ketika kekejaman perang merobek damai
kau angkat senjata tanpa perintah
membubarkan penindasan dan penjajahan
demi tanah tumpah darah kita
kami teringat kembali cerita sejarah
ketika kekejaman perang merobek damai
kau angkat senjata tanpa perintah
membubarkan penindasan dan penjajahan
demi tanah tumpah darah kita
Terima kasih pahlawanku
kami selalu ingat semangatmu
ketika tangan-tanganmu masih mampu
menggenggam dan mencengkeram
jantung berdetak hati berkertak
pekikkan satu tekad merdeka atau mati
kami selalu ingat semangatmu
ketika tangan-tanganmu masih mampu
menggenggam dan mencengkeram
jantung berdetak hati berkertak
pekikkan satu tekad merdeka atau mati
Terima kasih pahlawanku
kami sangat bangga padamu
dulu kau biarkan di sekujur tubuhmu
terluka menganga bertaut sendiri
korbankan milikmu dan hidupmu
kemudian gugur satu-satu
kami sangat bangga padamu
dulu kau biarkan di sekujur tubuhmu
terluka menganga bertaut sendiri
korbankan milikmu dan hidupmu
kemudian gugur satu-satu
Terima kasih pahlawanku
Kini kami berada di tamanmu
tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi
terpancang nisan bisu tak bernama
tanah merah tanpa bertabur bunga
namun kau rela terbaring di pusara
Kini kami berada di tamanmu
tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi
terpancang nisan bisu tak bernama
tanah merah tanpa bertabur bunga
namun kau rela terbaring di pusara
kami senantiasa ingat dirimu
sebelum sempat kukalungkan bunga di lehermu
sematkan bintang jasa di dadamu
kau berlalu tanpa meminta balas jasa
Terima kasih pahlawanku
pada hari ini kami berdoa untukmu
ijinkan kami menghapus darah luka tubuhmu
menghapus debu yang telanjang di kakimu
sebagai rasa hormat kami
pada pusaramu kutaburkan bunga-bunga
dan kuteteskan rasa haru
pada hari ini kami berdoa untukmu
ijinkan kami menghapus darah luka tubuhmu
menghapus debu yang telanjang di kakimu
sebagai rasa hormat kami
pada pusaramu kutaburkan bunga-bunga
dan kuteteskan rasa haru
Terima kasih pahlawanku
kau telah banyak mengajarkan kami
membangun tanah air kita
membangun bangsa kita
pada hari ini kami sebagai anak bangsa
berjanji akan menjadi pahlawan sepertimu
melawan segala penindasan dan penjajahan
demi kemajuan negeri kita
agar perjuanganmu takkan sia-sia
( Padalarang, 3 Maret 2016 )
Salam,
Rahmat
kau telah banyak mengajarkan kami
membangun tanah air kita
membangun bangsa kita
pada hari ini kami sebagai anak bangsa
berjanji akan menjadi pahlawan sepertimu
melawan segala penindasan dan penjajahan
demi kemajuan negeri kita
agar perjuanganmu takkan sia-sia
( Padalarang, 3 Maret 2016 )
Salam,
Rahmat
Langganan:
Komentar (Atom)

