Kamis, 03 Maret 2016

Kematian Terindah untukmu, Saudaraku

KEMATIAN TERINDAH UNTUKMU, SAUDARAKU
                                            - EL JALALUDDIN RUMI -Saudaraku, ingatlah mati
Sesungguhnya wafat ialah janji nan ditepati
Tapi mengapa kau tidak pernah peduli
Engkau lebih memilih global nan hina ini
Dalam doa kau meminta Khusnul Khotimah
Tapi pandanganmu akan global tidak terarah
Kau masih mencari global nan belum terjamah
Sehingga lupa keinginanmu meraih Jannah
Setiap nafsu nan kau hembuskan dalam hidupmu
Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu
Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat istrimu
Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmu
Gelap matamu akan nasib di akhirat nanti 
Ketika ditanya apa nan kau kerjakan selama ini 
Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri 

Kau pun tak akan ditanya sendiri-sendiri 
Kau pun tak akan bisa melarikan diri 
Dari panas dan teriknya matahari 
Dari dosa-dosa nan kau lakukan setiap hari 

Semoga medan jihad mengantarkan kematianku 
Atau saat Sujud saya menghadap Rabbku 
Atau saat hari Jumat sebagai hari terakhirku 
Atau saat amalan terbaikku 
Malaikat maut melepas jasadku 
Amin... 

*** 
Aku Mati 

Aku wafat sebagai mineral 
Dan menjelma sebagai tumbuhan 
Aku wafat sebagai tumbuhan 

Dan lahir kembali sebagai binatang 
Aku wafat sebagai binatang dan kini manusia 
Kenapa saya harus takut? 
Maut tak pernah mengurangi sesuatu dari diriku 

Sekali lagi, 

Aku masih harus wafat sebagai manusia 
Dan lahir di alam para malaikat 
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat 
Aku masih harus wafat lagi 
Karena kecuali Tuhan 
Tidak ada sesuatu nan kekal abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar